Geger. Selama 15 Tahun Bungkam, Juru Kamera Ini Sebut Runtuhnya Wtc Ialah Fitnah Amerika Untuk Afghanistan


Dia mengaku pernah ditugaskan sebagai juru kamera dan dokumenter sehabis serangan Nine Eleven atau 9/11 terjadi.

Menurut Sonnenfeld, ketika itu beliau ditugaskan untuk mengambil semua gambar di reruntuhan gedung, ketika insiden anyir terjadi.

Mengejutkan, sebab Sonnenfeld mengatakan, bahwa dari apa yang ia rekam, runtuhnya gedung WTC terperinci sebuah rekayasa.

Menurutnya, kecacatan terjadi di Gedung 6 dan 7.

Di Gedung 6, beliau melihat sendiri sejumlah brankas dalam kondisi terbuka dan dalam kondisi kosong melompong.

Padahal, menurutnya, ketika itu ia orang pertama yang diizinkan masuk area tersebut oleh petugas keamanan.

Brankas itu menurutnya seharusnya penuh dengan batangan emas simpanan pemerintah.

"Ini bukti bahwa pemerintah bekerjsama sudah tahu WTC akan diserang, sehingga mereka lebih dulu mempersiapkan segala sesuatunya,"ujar dia.

Sonnenfeld mengatakan, beliau juga resah ketika melihat bagaimana gedung World Trade Center 7, runtuh meski tak mengalami kerusakan.

"Bagiku, hal paling mencurigakan ialah apa yang terjadi di Gedung 7,"

"Gedung ini tidak ditabrak pesawat.Tidak ada pecahan strukturnya yang rusak, tapi anehnya, gedung ini jatuh begitu tepat ibarat diledakkan, hanya butuh 6,5 detik untuk gedung 47 lantai hingga rata tanah," kata dia.

Kurt Sonnenfeld sendiri bernyanyi sehabis beliau merasa dikriminalisasi oleh pemerintah AS.

Ia dituding membunuh istrinya dan terancam eksekusi mati.

Padahal, Sonnenfeld beralibi istrinya itu bunuh diri, dengan menembak kepalanya sendiri.

Menurutnya, pemerintah AS berkonspirasi menyingkirkannya sebab ia dianggap tahu terlalu banyak soal fakta di balik runtuhnya WTC.

Setelah tuduhan pembunuhan, Kurt Sonnenfeld lari ke Argentina.

Ini sebab Argentina ialah salah satu negara yang menentang eksekusi mati.

Pemerintah AS hingga sekarang tak dapat mengekstradisi Sonnenfeld, tapi ditolak oleh pemerintah Argentina.  (sumber media pribumi)


Post a Comment

0 Comments