Ikan Yang Menelan Nabi Yunus Masih Hidup Hingga Sekarang. Benarkah Demikian? Berikut Ini Klarifikasi Lengkap Dengan Ayat Al Qur’An


Rasulullah SAW juga tidak menjelaskan perihal bagaimana kehidupan ikan tersebut sesudah memuntahkan Nabi Yunus. Wallahu a'lam, Dan Allah Lebih Tahu atau Mahatahu.

Ikan yang seolah-olah dengan paus ini juga dijuluki dengan ikan Nun. Ia melahap Nabi Yunus AS ketika meninggalkan kaumnya yang melaksanakan pembangkangan. Dengan kemarahannya Nabi Yunus menentukan pergi dengan memakai kapal meninggalkan penduduk Ninawa, Di kawasan Mosul, Irak. Cerita ini dikisahkan Allah SWT dalam Alquran

“Ketika beliau pergi dalam keadaan marah.” (Al-Anbiya: 87).

Ternyata sepeninggal Nabi Yunus as penduduk Ninawa diperlihatkan oleh Allah SWT akan peristiwa besar yang akan menimpa mereka. Sehingga ditengah ketakutan itu mereka bertaubat kepada Allah. Kemudian, Allah mengampuni penduduk yang awalnya menyembah berhala tersebut.

Namun, Nabi Yunus tidak mengetahui kejadian itu. Ia menentukan pergi dan meninggalkan penduduk Ninawa dalam kondisi penuh amarah.  Ia menaiki kapal yang begitu penuh dengan muatan. Pada awalnya, kapal berlayar dengan tenangnya.

Namun kondisi ini tiba-tiba berubah. Angin kencang menerpa, langit pun hitam gelap dengan awannya. Badai terjadi, kapal yang ditumpangi Nabi Yunus AS terombang-ambing dan akan tenggelam. Awak kapal pun panik, mereka kemudian membuang seluruh muatan yang ada di dalamnya. Dengan harapan, kapal tidak karam kalau muatan berkurang.

Sayang, cara ini tidak membantu. Kemudian, diusulkan lah biar dibentuk undian untuk mengurangi insan yang ada di dalamnya. Dalam undian tersebut, siapapun yang keluar namanya harus di buang ke laut.

Ternyata, Nabi Yunus AS termasuk orang-orang yang kalah dalam undian tersebut. Awalnya penumpang lain tidak menyetujui Nabi Yunus yang dibuang dari kapal. Namun sesudah tiga kali undian, ternyata Nabi Yunus tetap saja kalah.

“Lalu beliau termasuk orang-orang yang kalah.” (Ash-Shaffat: 141)

Lalu, dilemparlah Nabi Yunus AS dan kemudian dilahap oleh seekor ikan besar seolah-olah Paus. Dengan perintah Allah ikan tersebut melahap Nabi Yunus tanpa merobek bab dari badan kekasih Allah tersebut. Sang Nabi pun tinggal di dalam badan ikan beberapa waktu dan menyusuri lautan bersama ikan besar tersebut.

Nabi Yunus as sangat terkejut alasannya ialah mendapati dirinya dalam perut sebuah ikan. Para ulama berselisih perihal berapa usang Nabi Yunus tinggal di dalam perut ikan. Menurut Qatadah, tiga hari. Menurut Abu Ja’far ash-Shaadiq, tujuh hari, sedangkan berdasarkan Abu Malik, empat puluh hari. Mujahid berkata dari asy-Sya’bi, “Ia ditelan di waktu duha dan dimuntahkan di waktu sore.”

Dalam keadaan itulah Nabi Yunus as bertobat. Beliau mengucap banyak kalimat tasbih kepada Allah SWT. Beliau tak henti-hentinya menangis, tidak makan, tidak minum dan tidak bergerak. Beginilah doa Nabi Yunus AS berdasarkan Rasulullah SAW.

“Doa Dzun Nuun (Nabi Yunus) ketika ia berdoa dalam perut ikan paus adalah: Laa Ilaaha Illaa Anta Subhaanaka Innii Kuntu Minazh Zhaalimiin (Tidak ada ilahi yang berhak disembah kecuali Engkau, Maha Suci Engkau, sebetulnya saya ialah termasuk diantara orang-orang yang berbuat aniaya). Sesungguhnya tidaklah seorang muslim berdoa dengannya dalam suatu duduk masalah melainkan Allah kabulkan baginya.” (HR. Tirmidzi no. 3505. Syaikh Al Albani menyampaikan bahwa hadits ini shahih).

Dzikir dan taubat Nabi Yunus kemudian didengar oleh seisi lautan. Mereka mendekati ikan Nun dan mengikuti tasbih yang di ucapkan Sang Nabi dari dalam perut ikan. Kondisi ini menciptakan Ikan Nun yang menelan Yunus takut dan kaget. Ia ketakutan alasannya ialah banyak binatang lain dan tumbuhan yang mendekat kepadanya. 

"Mengapa saya harus takut, bukankah yang memerintahkan ialah Allah SWT?" "Tapi yang saya telan ialah kekasih-Nya, bagaimana ini?" Dalam keadaan bimbang, ikan Nun makin mengeraskan bunyi tasbihnya hingga dasar bahari menjadi hiruk pikuk.
Taubat dan doa Nabi Yunus pun jadinya dihijabah Allah. Dia kemudian memerintahkan ikan biar mengeluarkan  Nabi Yunus as ke permukaan bahari dan membuangnya di suatu pulau yang ditentukan oleh Allah SWT. Tubuh Nabi Yunus as kemudian dimuntahkan dan terhempas ke daratan dalam keadaan kurus kering. Namun, atas izin Allah SWT, badan Nabi Yunus as sanggup kembali sehat dan bugar.

Kemudian Allah memerintahkan ikan itu memuntahkan Yunus ke pinggir pantai, kemudian Allah tumbuhkan di sana sebuah pohon sejenis labu yang mempunyai daun yang lebat yang sanggup menaungi Nabi Yunus dan menjaganya dari panas terik matahari. Cerita Nabi Yunus dan ikan berakhir hingga disitu, tidak ada yang mengetahui bagaimana nasib ikan tersebut dikala ini. Hanya Allah SWT yang maha mengetahui.


Terimakasih sudah membaca. Silahkan memperlihatkan komentar anda untuk menambah pengetahuan terkait topik serupa, biar menjadi acuan perhiasan bagi penulis dan pembaca lainnya.

Post a Comment

0 Comments