Inilah 9 Muslihat Dan Sihir Dajjal Ketika Kemunculannya Menjelang Kiamat. Salah Satu Sihir Menghidupkan Orang Yang Dibunuhnya


3. Mengaku Nabi Lalu Mengaku Tuhan
Pada ketika kemunculannya, Dajjal menyampaikan segala kekuasaan dan keajaiban yang beliau miliki atas izin Allah SWT. Setelah itu, ia kemudian mengaku sebagai seorang nabi. Tidak cukup hingga di situ, Dajjal juga melaksanakan tipuan dengan menghidupkan orang yang telah mati dan kemudian dirinya mengaku sebagai Tuhan.

Kemudian ia (Dajjal) berkata sehabis itu, “sesungguhnya saya seorang nabi!” kemudian bergetarlah semua yang pintar dan mereka pun pergi meninggalkannya. Lalu ia tinggal sehabis itu dan berkata, “Aku yaitu Allah!” maka matanya menjadi tertutup, telinganya terpotong dan tertulis di antara kedua matanya kafir, yang terbaca oleh segenap mukmin yang bisa menulis dan yang tidak bisa menulis. (H.R.Muslim)

Dari Abu Umamah Al Bahili Rasulullah SAW bersabda, “Di awal kemunculannya, ia berkata: ‘Aku yaitu Nabi. Padahal tidak ada nabi setelahku. Kemudian ia memuji dirinya sambil berkata: ‘Aku yaitu Rabb kalian’, padahal kalian tidak sanggup melihat Rabb kalian sehingga kalian mati.” (H.R. Ibnu Majjah. II/512-516)

4. Menurunkan Hujan
Tidak hanya menyampaikan tipuan dan mengaku sebagai nabi serta Tuhan. Kelak Dajjal juga akan melancarkan fitnah besar kepada manusia. Dajjal juga mengaku bisa memerintahkan langit untuk menurunkan hujan.

“Bersama Dajjal Allah akan mengutus setan-setan yang mengajak berbicara pada manusia. Ia membawa fitnah besar dengan memerintahkan langit untuk menurunkan hujan. Hujanpun turun dalam penglihatan manusia. Ia membunuh dan kemudian menghidupkan kembali dalam penglihatan seseorang  kemudian menghidupkannya kembali dalam penglihatan insan yang mustahil ditandingi orang lain “(H.R. Imam Ahmad)

5. Menyuburkan Tanah
Selain mengaku bisa menurunkan hujan, Dajjal juga melaksanakan budi bulus dengan mengaku bisa menyuburkan tanah. Padahal itu semua hanyalah budi bulus semoga banyak insan yang kurang berpengaruh imannya untuk percaya kepadanya.

An Nawas bin Sam’an r.a. berkata: bahwa pada suatu pagi Rasulullah SAW menceritakan ihwal Dajjal. Kami bertanya : Ya Rasulullah bagaimana kecepatan Dajjal berjalan di muka bumi? Nabi menjawab : Seperti mendung yang diterpa angin, maka beliau pergi mendatangi suatu kaum dan mengajak mereka untuk mengimaninya kemudian dengan segera kaum itu percaya kemudian ia menyeru langit untuk segera menurunkan hujan kemudian tanaman-tanaman segera tumbuh subur dan mereka menggembakajab ternaknya yang banyak susunya dan gemuk-gemuk. Kemudian ia mendatangi kaum lainnya kemudian mengajak mereka untuk mengimaninya namun kaum itu menolak ajaknnya, kemudian ditinggalkannya kaum itu oleh Dajjal. Mendadak kawasan itu menjadi kering dan gersang tidak ada sedikitpun dari kekayaan alam mereka yang tertinggal (H.R. Muslim)

6. Memiliki Bukit Roti
Tidak hanya melaksanakan tipuan sihir dengan mengaku bisa menurunan hujan dan menyuburkan tanah, ternyata ada sebuah riwayat yang menyatakan bahwa Dajjal itu memiliki bukit roti dan sungai.

Al Mughirah bin Sjub’ah r.a. berkata : Seseorang bertanya kepada Nabi ihwal Dajjal kemudian Nabi SAW bersabda kepadaku: Apa kepentinganmu? Aku menjawab: “Orang-orang berkata bahwa Dajjal memiliki bukit roti dan sungai air?” Lalu Nabi menjawab: “Itu sangat remeh bagi Allah” (H.R. Bukhari Muslim)

7. Menghidupkan Manusia Yang Dibunuhnya
Ketika kemunculannya, Dajjal akan melaksanakan segala bentuk kebengisan. Salah satunya yaitu dengan cara membunuh kaum muslimin yang tidak mempercayai bahwa dirinya yaitu Tuhan. Namun, sehabis membunuh orang tersebut, Dajjal kemudian menghidupkan kembali orang tersebut.

Dari Abu Sa’I Al-Khudri r.a. berkata bahwa Rasulullah bersabda : “Pada waktu keluarnya Dajjal ada seorang dari kaum mukmin yang (dengan beraninya) pergi menemui Dajjal kemudian ia disambut oleh pengawal Dahhal dan ditanyakan: Hendak kemana engkau? Ia menjawab Saya ingin menemui orang yang gres saja keluar (Dajjal) Lalu mereka bertanya: ”Apakah kau belum percaya kepada Tuhan kami?” Orang mukmin itu menjawab: “Tuhan kami tidak samar”. Maka berkatalah pengawal Dajjal : “Bunuhlah dia” Tapi sebagian pengawal mereka mengatakan: “Jangan, Tuhan kami melarang membunuh seseorang melainkan dengan perintahnya”. Maka dibawalah mukmin tersebut menghadap pada Dajjal. Maka ketika orang mukmin itu melihat Dajjal ia berkata: “Hai sekalian manusia, inilah Dajjal yang telah disebut oleh Rasulullah SAW”. Maka segera Dajjal menyuruh merebahkan mukmin tersebut dan diperintahkan dikupas kulit dan dipukuli punggung dan perutnya. Lalu Dajjal bertanya: “Apakah engkau tetap tidak percaya kepada kami?” Mukmin itu menjawab: “Engkaulah Al-Masih pendusta”. Maka Dajjal memerintahkan mukmin itu digergaji badannya dari kepa;anya hingga ke kakinya menjadi dua bab kemudian Dajjal berjalan di tengah kedua badannya. Lalu Dajjal memerintahkan :”Bangunlah!” Maka bangunlah orang mukmin itu (seperti sediakala). Lalu Dajjal kembali bertanya: “Apakah kau belum percaya kepadaku?” Mukmin itu menjawab :”Tidak berkurang keyakinanku bahwa engkaulah Dajjal bahkan bertambah yakin”. Kemudian orang mukmin itu berkata :”Hai sekalian insan ia (Dajjal) tidak sanggup berbuat demkiian lagi kepada seorangpun”. Maka Dajjal berusaha membunuh lagi orang mukmin tsb namun Allah telah meletakkan di antara leher hingga belakang orang itu seakan-akan tembaga sehingga tidak sanggup disembelihnya. Mereka menyangka ia dilempar ke dalam neraka padahal dilempar ke surga. Kemudian Nabi SAW bersabda : “Itulah insan yang paling besar kesaksiannya (syahid) di sisi Rabbul ‘Alamin” (H.R. Muslim)

8. Didukung Pasukan Jin
Tipu daya yang dilakukan oleh Dajjal menjelang datangnya hari selesai zaman kelak juga dibantu oleh pasukan jin. Rasulullah SAW bersabda:

“Bersama Dajjal Allah akan mengutus setan-setan yang mengajak berbicara pada manusia” (H.R. Imam Ahmad)

Dari Abdullah bin Amru bin Al Ash r.a. berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda: Dajjal akan keluar pada umatku maka tinggal penjahat penjahat insan dalam kecepatan burung dan jiwa serigala yang tidak mengenal kebaikan dan tidak menolak kemungkaran. Hingga setan ibarat mereka dan berkata kepada mereka: Tidakkah kau menyambut saya? Mereka menjawab: Apakah yang kauperintahkan kepada kami dengan menyuruh kami menyembah berhala? (H.R. Muslim)

9. Menyiksa Orang Beriman
Tipu daya Dajjal terakhir menjelang hari selesai zaman yaitu menyiksa orang beriman yang tidak mau mempercayai dirinya sebagai Tuhan.

Dari Abu Said Al-Khudri r.a. berkata: Rasulullah SAW menceritakan kepada kami ihwal Dajjal dengan dongeng yang panjang dan diantaranya disabdakan: “Dajjal akan tiba dan haram atasnya untuk memasuki kota Madinah, sehingga ia berada di luar batas kota di dataran yang luas, kemudian ada seorang mukmin yang terbaik dari semua orang tiba kepada Dajjal dan berkata: “Aku bersaksi bahwa Andalah Dajjal yang telah diceritakan Nabi SAW” Lalu Dajjal berkata: “Bagaimana kalau saya bunuh orang ini kemudian saya hidupkan kembali apakah kalian ragu ihwal aku?” Jawab mereka: “Tidak. Lalu dibunuhlah orang itu dan dihidupkan kembali, maka orang mukmin itu berkata: “Demi Allah sekarang saya makin yakin ihwal dirimu bahwa Andalah Dajjal”. Maka Dajjal berkata: ”Apakah saya bunuh saja lagi?” Namun Allah tidak mengijinkan sehingga Dajjal tidak sanggup membunuhnya. (H.R. Bukhari Muslim dalam Alu’lu wal Marjan II no. 1858)

Demikianlah isu mengenai sembilan budi bulus yang dilakukan oleh Dajjal menjelang hari kiamat. Sebagai umat Islam kita harus senantiasa waspada dengan tipuan yang demikian. Agar kelak kita tidak terjerumus menjadi salah satu pengikut Dajjal yang membawa kesesatan ketika tiba hari kiamat.


Post a Comment

0 Comments